ILMU KOMUNIKASI
Oleh : Rahmat Rabbani
KOMUNIKASI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA:RUANG LINGKUP DAN FUNGSI
Beberapa kekeliruan tentang komunikasi adalah sebagai berikut :
· Komunikasi itu mudah. Komunikasi adalah kemampuan alamiah; setiap orang mengetahui apa komunikasi itu dan mampu melakukannya.
· Keterampilan komunikasi adalah bakat, sifat bawaan, bukan diperoleh karena usaha atau pendidikan.
· Saya berbicara, karena itu dengan sendirinya saya berkomunikasi.
· Komunikasi terjadi hanya jika saya menghendakinya.
· Kita membutuhkan lebih banyak komunikasi (anggapan kuantitas komunikasi berhubungan dengan kualitas hidup).
· Makna terdapat pada kata-kata.
· Komunikasi adalah suatu panasea universal.
Ruang Lingkup Komunikasi
· Komunikasi hewan
· Komunikasi tumbuhan
· Komunikasi antar manusia
Fungsi-Fungsi Komunikasi
Komunikasi Sosial
Pembentukan Konsep diri
Konsep diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri kita.
Pernyataan Eksistensi Diri
Orang berkomunikasi untuk menunjukkan bahwa dirinya eksis.
Contoh :
– Fenomena seorang anak yang berbicara sendirian untuk menunjukkan bahwa dirinya eksis.
Komunikasi Ekspresif
Komunikasi yang dilakukan untuk menyampaikan perasaan-perasaan (emosi) kita. Perasaan sayang, peduli, rindu, simpati, gembira, sedih, takut, prihatin, marah dan benci dapat disampaikan lewat kata-kata, namun terutama yang penting lewat perilaku non verbal.
Contoh:
– Seorang ibu membelai kepala anaknya untuk menunjukkan rasa sayang.
– Seseorang menyatakan cinta atau kasih sayang dengan memberikan bunga kepada orang yang dikasihinya.
Komunikasi Ritual
Komunikasi ritual biasanya dilakukan secara kolektif yang menampilkan perilaku-perilaku yang bersifat simbolik.
Contoh :
– Acara Ulang Tahun (menyanyikan lagu Happy Birthday dan pemotongan kue)
– Pertunangan (melamar, tukar cincin)
– Pernikahan (ijab qabul, sungkem kepada orang tua, dan sebagainya)
– Ritus-ritus lainnya seperti berdoa (shalat, sembahyang, misa)
Komunikasi Instrumental
Tujuan umum:
Menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan, dan mengubah perilaku atau menggerakkan tindakan, dan juga untuk menghibur.
SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU KOMUNIKASI
· Periode tradisi retorika
· Periode pertumbuhan: 1900-Perang Dunia II
· Periode konsolidasi: Perang Dunia II-1960-an
· Periode teknologi komunikasi: 1960-an – sekarang.
Periode tradisi retorika
Perkembangan lahirnya ilmu komunikasi dapat ditelusuri sejak peradaban Yunani Kuno beberapa ratus tahun sebelum Masehi.
Sebutan “komunikasi” dalam konteks arti yang berlaku sekarang ini memang belum dikenal saat itu.
Istilah yang berlaku pada zaman tersebut adalah “retorika”.
Periode pertumbuhan: 1900-Perang Dunia II
Pertumbuhan komunikasi sebagai salah satu disiplin ilmu sosial barangkali dapat dikatakan dimulai pada awal abad ke 19.
Tiga perkembangan penting yang terjadi pada masa ini.
– Pertama, adalah penemuan-penemuan teknologi komunikasi seperti, telepon, telegrap, radio, televisi, dan lain-lain.
– Kedua, proses industrialisasi dan modernisasi yang terjadi di negara-negara Eropa Barat dan Amerika.
– Ketiga, pecahnya Perang Dunia I dan II.
Periode konsolidasi: Perang Dunia II-1960-an
Disebut sebagai periode konsolidasi, Karena pada masa ini konsolidasi pendekatan ilmu komunikasi sebagai suatu ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner (mencakup berbagai ilmu) mulai terjadi. Kristalisasi ilmu komunikasi ditandai oleh tiga (3) hal:
– Adanya adopsi perbendaharaan istilah-istilah yang dipakai secara seragam.
– Munculnya buku-buku dasar yang membahas tentang pengertian dan proses komunikasi.
– Adanya konsep-konsep baku tentang dasar-dasar proses komunikasi. Pendekatan komunikasi telah menjadi suatu pendekatan yang lintas disipliner dalam arti mencakup berbagai disiplin ilmu lainnya, karena disadari bahwa komunikasi merupakan suatu proses sosial yang kompleks.
Periode teknologi komunikasi: 1960-an – sekarang.
Menurut Rogers (1986) perkembangan studi komunikasi sebagai suatu disiplin telah mulai memasuki periode “take off” (tinggal landas) sejak tahun 1950.
Secara institusional kepesatan perkembangan ilmu komunikasi tercermin dalam beberapa indikator
– jumlah universitas yang menyelenggarakan program pendidikan komunikasi semakin banyak dan tidak hanya terbatas di negara-negara maju seperti AS, tetapi juga negara-negara berkembang di Asia, Amerika Latin dan Afrika.
– asosiasi-asosiasi profesional di bidang ilmu komunikasi juga semakin banyak, tidak saja dalam jumlahnya tetapi juga cakupan keanggotaannya yang regional dan internasional.
– semakin banyaknya pusat-pusat penelitian dan pengembangan komunikasi.
DEFINISI ILMU KOMUNIKASI
Salah satu persoalan di dalam memberi pengertian komunikasi, yakni banyaknya definisi yang telah dibuat oleh para pakar menurut bidang ilmunya.
Hal ini disebabkan karena banyaknya disiplin ilmu yang telah memberi masukan terhadap perkembangan ilmu komunikasi, misalnya, psikologi, sosiologi, antropologi, ilmu politik, matematika, elektro, dll.
Tahun 1976, Frank Dance & Carl Larson telah mengumpulkan 126 definisi komunikasi.
Definisi Ilmu Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).
(Hovland, Janis & Kelley; 1953)
Definisi Ilmu Komunikasi
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa”, “mengatakan apa”, “dengan saluran apa”, “kepada siapa” dan “dengan akibat atau hasil apa” (Who, Says What, In Which Channel, To Whom, With What Effect).
(Lasswell, 1960)
Definisi Ilmu Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam.
(Rogers dan Lawrence Kincaid, (1981))
Tiga Konseptualisasi Komunikasi
John R. Wenburg dan William W. Wilmot, Kenneth K.Soreno dan Edwar M. Bodaken ada tiga kerangka pemahaman mengenai komunikasi yaitu :
· Komunikasi sebagai tindakan satu arah
· Komunikasi sebagai interaksi
· Komunikasi sebagai transaksi
1. Komunikasi sebagai tindakan satu arah
Komunikasi yang mengisyaratkan penyampaian pesan searah dari seseorang (atau lembaga) kepada seseorang (sekelompok orang) lainnya, baik secara langsung (tatap-muka) ataupun melalui media.
Contoh definisi komunikasi:
Theodore M. Newcomb: “setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima”,
Lainnya seperti definisi Carl I. Hovland, Everett M. Rogers, dan Harold Laswell.
2. Komunikasi sebagai interaksi
Pandangan ini menyetarakan komunikasi dengan suatu proses sebab akibat atau aksi-reaksi, yang arahnya bergantian.
Sedikit lebih dinamis dibandingkan komunikasi sebagai tindakan satu arah. Namun, pandangan ini masih membedakan para peserta sebagai pengirim dan penerima pesan, karena itu masih tetap berorientasi sumber, meskipun peran tersebut dilakukan secara bergantian.
Unsur lain yang dapat ditambahkan dalam konseptualisasi ini adalah umpan balik (feedback).
3. Komunikasi sebagai transaksi
Dalam pandangan ini komunikasi bersifat dinamis. Kelebihan konseptualisasi komunikasi sebagai transaksi adalah bahwa komunikasi tersebut tidak membatasi kita pada komunikasi yang disengaja atau respons yang dapat diamati. Artinya, komunikasi terjadi apakah para pelakunya sengaja atau tidak. Gaya pakaian dan rambut, ekspresi wajah nada suara itu mengkomunikasikan sesuatu.
KOMPONEN-KOMPONEN KOMUNIKASI
1. Komunikator
Pihak yang berinisiatif atau mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi. Komunikator boleh jadi seorang individu, kelompok, organisasi, perusahaan atau bahkan suatu negara.
2. Komunikan
Komunikan sering juga disebut penerima (receiver). Dalam komunikasi massa, komunikan lazim disebut khalayak (audience), sasaran/tujuan (destination), pemirsa, pendengar (listener), penafsir ( interpreter) yaitu orang yang menerima pesan dari sumber.
3. Encoding & Decoding
Encoding: Tindakan menghasilkan pesan, misalnya, berbicara atau menulis.
Decoding: Tindakan menerima pesan, misalnya, mendengarkan atau membaca.
4. Pesan
Seperangkat simbol verbal atau non verbal yang mewakili perasaan, nilai, gagasan atau maksud.
5. Saluran atau media
Alat atau wahana untuk menyampaikan pesan.
6. Feedback / umpan balik
Yaitu jawaban komunikan atas pesan komunikator yang disampaikan kepadanya.
7. Noise atau gangguan
Sesuatu yang mendistorsi pesan. Terdiri dari :
a. Gangguan fisik.
Sifatnya teknis, misalnya : berisik karena da mobil yang lewat, dll
b. Gangguan psikologis.
Ditimbulkan akibat prasangka dan bias pada sumber atau penerima.
c. Gangguan semantik.
Ketika pembicara dan pendengar memberi erti yang berlainan. Misalnya : orang berbicara dengan bahasa yang berbeda. Jargon atau istilah yang terlalu rumit yang tidak dipahami pendengar.
9. Efek
ialah apa yang terjadi pada penerima setelah ia menerima pesan tersebut. Pada setiap tindakan komunikasi selalu ada konsekuensi. Terdapat sedikitnya 3 tataran efek, yaitu:
a. Kognitif (penambahan pengetahuan atau dari tidak tahu menjadi tahu)
b. Afektif (perubahan sikap, misalnya setuju atau tidak setuju terhadap sesuatu)
c. Konatif (tingkah laku yang membuat seseorang bertindak melakukan sesuatu)
10. Lingkungan/Konteks