OLEH : RAHMAT RABBANI
MENGHAKIMI PERAN MEDIA MASSA
Pernyataan bahwa media massa, khususnya televisi, dituding ikut menjadi penyebab maraknya kekerasan dan kejahatan akhir-akhir ini bukan merupakan hal baru. Dampak dari pemuatan ataupun penayangan memang memberikan berbagai kemungkinan. Ketika kejahatan,kekerasaan,fenomena social negative lainnya mulai merebak di masyarakat maka media massa di hujat sebagai pemicunya. Hal ini bisa dilihat melalui Contoh kasus seorang istri yang memutilasi suaminya yang ketika diwawancarai mengaku bahwa ia terinspirasi dari kisah fery idam adriansyah yang diliput oleh media massa beberapa waktu lalu secara besar-besaran,kemudian masyarakat mengatakan Media massa lah yang berperan sebagai pemicunya.Namun, ketika media memberikan informasi dengan cepat,akurat,berita yang aktual,hiburan dan penyampaian suatu kejadian dengan cepat maka orang-orang berdecak kagum dan berterima kasih.
Media massa pada dasarnya adalah institusi yang berperan sebagai agent of change,yatu sebagai institusi pelopor perubahan.Dalam menjalankan paradigma nya ini media massa berperan sebagai institusi pencerahan masyarakat,yaitu perannya sebagai media edukasi.,media informasi yaitu media yang setiap saat menyampaikan informasinya kepada masyarakat dan media hiburan sebagai institusi yang setiap saat menjadi corong kebudayaan,katalisator perkembangan kebudayaan..Di era globalisasi informasi sekarang ini media massa merupakan suatu hal yang sangat vital bagi masyarakat pada umumnya. Media berperan besar dalam berbagai aspek ekonomi,sosial,politik,budaya dan keamanan.
Sesuai dengan konsepnya cara kerja media massa adalah srentak dan massal. Semua informasi berasal dari satu sumber yang disebarkan kepada masyarakat dengan suatu media secara massal. Tayangan kekerasan, apalagi mendetail dengan durasi lama, bisa meningkatkan perilaku agresif, tidak peka terhadap kekerasan dan kejahatan, atau sebaliknya menimbulkan rasa takut.ini tergantung pada suatu individu menyikapinya.
Media memiliki idealisme sebagai pendidik masyarakat. Sebagai bagian pelengkap industri media, masuklah dunia hiburan yang lebih dikenal dengan edutainment,kepentingan komersial lebih sering didahulukan. Faktor daya tarik dan daya pikat menjadi suatu hal yang lebih diutamakan daripada idealismenya sebagai pendididk.
Persaingan antarmedia sangat keras,seperti slogan CNN, slow news no news. Program yang menarik di antaranya tontonan bearoma kekerasan,jagoan,sex dan tayangan berselera rendah, dirasa lehbih menarik yang bisa dilihat dari banyaknya pemasangan iklan.Bahkan tayangan seperti itu kerap masuk kedalam tayangan waktu utama(prime time).
Bagi industri media, iklan adalah jantung bila di ibaratkan pada tubuh manusia,memiliki peranan yang sangat penting. Produk diiklankan semenarik mungkin dengan harapan massa akan membeli produk tersebut dan fenomena ini membuat prusahaan menggunakan media sebagai sarana promosi tanpa memperhatikan bahaya latennya. Idealisme sebagai pendidik kerap dilupakan karena didorong dengan nafsu untuk meraup keuntungan yang besar.Sebagai industri yang padat modal, produksi suatu tayangan butuh biaya berlipat daripada biaya produksi media cetak.
Media massa elekttronik memiliki kelebihan bila di bandingkan dengan media cetak.penonton tidak perlu bisa baca tulis, yang berbeda dengan pembaca. Sesuai dengan teori bahwa umpan balik yang diterima oleh televisi biasanya bersifat tertunda,sedangkan pada media cetak pembaca lebih diberi kesempatan untuk berdialog lewat teks..
Televisi adalah media paling populer dan media paling massal saat ini,sehingga apabila sesuatu ditayangkan di televisi maka akan terkonstruksi sebuah image pada khalayak yang menonton nya.Perilaku masyarakat lebih gampang dipengaruhi dan dikonstruksi lewat media televisi. Sirkulasi informasi yang luas dan cepat dengan sebaran yang merata televisi mengkontruksi opini massa,masa cenderung apriori dan opini massa cenderung sinis.Acara-acara talkshow interaktif,musik,film,relity show,infotainment,musik lebih disukai masyarakat. Semua tayangan gambar dan suara dimasukan kedalam televisi. pengaruh media massa terdiri atas 3 jenis, pertama: menimbulkan peniruan langsung (copy-cut), kedua: menyebabkan ketumpulan terhadap norma (desensitisation), dan ketiga: terbebas dari tekanan psikis (catharsis) bagi khalayak media massa. Pandangan kedua menempatkan media sebagai teks yang merepresentasikan makna, baik makna yang berasal dari realitas empiris maupun yang diciptakan oleh media. Dengan demikian realitas media dipandang sebagai bentukan makna yang berasal dari masyarakat, baik karena bersifat imperatif dari faktor-faktor yang berasal dari masyarakat, maupun berasal dari orientasi kultural pelaku media. Dari sini media dilihat pada satu sisi sebagai instrumen dari kekuasaan (ekonomi dan/atau politik) dengan memproduksi kultur dominan untuk pengendalian (dominasi dan hegemoni) masyarakat, dan pada sisi lain dilihat sebagai institusi yang memiliki otonomi dan independensi dalam memproduksi budaya dalam masyarakat.
Kekuatan media yang sering disebut sbagai the big four yaitu berada dibawah eksekutif,legislative,yudikatif dan jurnalistik menunjukan berapa besarnya peran yang dimilikinya. Mengingat akan strategisnya peran yang dimiliki oleh media elekrtronik,televise,dengan kemampuan mempengaruhi lebih besar harusnya dapat kembali menjalankan idealismenya sebagai pendidik.bukan hanya semata untuk mencari keuntungan tanpa memperhatikan dampak yang ditimbulkan..
Tudingan dan penghakiman media massa khususnya televisi tak bisa disangkal. Kelebihan yang dimiliki seharusnya digunakan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan beragam aspek social. peran media massa seperti pisau bermata dua, berperan positif sekaligus juga berperan negatif. Peran positif media massa berupa: kontribusi dalam menyebarluaskan dan memperkuat kesepahaman antarwarga; pemahaman terhadap adanya kemajemukan sehingga melahirkan penghargaan terhadap budaya lain; sebagai ajang publik dalam mengaktualisasikan aspirasi yang beragam. Peran negatif media massa dapat berujud sebagai berikut: media memiliki dan kekuatan ’penghakiman’ sehingga penyampaian yang stereotype, bias, dan cenderung imaging yang tidak sepenuhnya menggambarkan realitas bisa nampak seperti kebenaran yang terbantahkan; media memiliki kekuatan untuk menganggap biasa suatu tindakan kekerasan. Program-program yang menampilkan kekerasan yang berbasiskan etnis, bahasa dan budaya dapat mendorong dan memperkuat kebencian etnis dan perilaku rasis; media memiliki kekuatan untuk memprovokasi berkembangnya perasaan kebencian melalui penyebutan pelaku atau korban berdasarkan etnis atau kelompok budaya tertentu. Secara konseptual, keberadaan media massa dan masyarakat perlu dilihat secara bertimbal balikDan masyarakat pun diharapkan agar dapat bersikap lebih kritis,jeli dan pintar dalam menyikapi kejadian ini,masyarakat jangan hanya di konstruksi dan melakukan apapun yang di citrakan oleh media. Bagaikan dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan media di satu pihak harus memenuhi kebutuhannya sebagai sebuah organisasi profit dan di satu sisi sebagai pendidik masyarakat. Masyarakat pun harus berterima kasih kepada media akan besarnya informasi yang diberikan oleh media.
Program tayangan dengan konsep dasar edutainment haruslah lebih dikembangkan,konsep edutainment ini bisa diaplikasikan dengan berbagai ragam hal yang menarik tapi mendidik,karena media,televisi khususnya, mendidik sekaligus menghibur.kita manfaatkan televisi dengan kelebihannya sebagai sumber informasi guna mencapai kemakmuran dan kesejahteraan.
Jumat, 28 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
5 komentar:
bend,,
itukan kalo ga salah artikel b.indonesia lo yak??
atau gw yang salah??
gw ga bacaa ampe abis. banyak beut,bejubel,,
artikel wajib pti lo yang lain belum??padahal mau gw komenin..
yasuwlah..
komen gw don,,
www.menyunyubergelinjang.com
ditunggu.
bendh!!
bagus banget artikel lo,,
salut gw!
lo dapet ginian darimana??
sumpah keren! kritis juga pikiran lo,,ngahahahahahahhhhhaaaaaa
boong!!!!
add by www.menyunyubergelinjang.blogspot.com
ie dah,,
gw aplauos bwt artikel lo yang atu nii.
yeah!
*gmtian!!
intheri9hts1d3.blogspot.com
jd mnurut lo,,sebernya yang mns yang ngndaliin media ato sebaliknya..??
bgsnya yang mana??
komen balik,,add jg jang!
intheri9hts1d3.blogspot.com
ihhh
artikelnya penting tuh tuk qta22
Posting Komentar